Rumah yang sudah selesai dibangun tetap membutuhkan pemeriksaan dan perawatan secara berkala. Paparan panas, hujan, kelembapan, penggunaan instalasi setiap hari hingga perubahan kondisi lingkungan dapat memengaruhi berbagai bagian bangunan seiring berjalannya waktu.
Perawatan rumah setelah dibangun tidak harus selalu menunggu munculnya kerusakan besar. Pemeriksaan sederhana yang dilakukan secara rutin justru dapat membantu menemukan masalah sejak awal, ketika penanganannya masih relatif mudah.
Mulai dari atap, talang, dinding, plumbing hingga drainase, berikut beberapa bagian rumah yang sebaiknya masuk dalam checklist perawatan pemilik rumah.
Mengapa Rumah Tetap Membutuhkan Perawatan?
Bangunan terdiri dari banyak material dan sistem yang bekerja bersama. Masing-masing memiliki karakter, umur pakai dan kebutuhan perawatan yang berbeda.
Cat eksterior terus menerima paparan cuaca, talang membawa air hujan, keran dan sambungan plumbing digunakan setiap hari, sementara pintu serta jendela terus mengalami aktivitas buka-tutup.
Karena itu, kondisi rumah sebaiknya tidak hanya diperhatikan ketika terjadi kerusakan.
Bedakan Masa Pemeliharaan Kontraktor dengan Perawatan Rumah
Perawatan rutin oleh pemilik perlu dibedakan dari masa pemeliharaan pekerjaan kontraktor.
Masa pemeliharaan berkaitan dengan kewajiban kontraktor setelah serah terima sesuai perjanjian proyek. Sementara perawatan rumah merupakan kegiatan yang terus dilakukan pemilik selama bangunan digunakan.
Jika rumah Anda baru selesai dibangun, baca juga pembahasan mengenai masa pemeliharaan bangunan setelah serah terima.
1. Periksa Atap Secara Berkala
Atap menjadi salah satu bagian rumah yang menerima paparan cuaca paling besar. Pemeriksaan terutama penting menjelang dan selama musim hujan.
Perhatikan kondisi penutup atap, sambungan, nok, flashing dan bagian lain yang berpotensi menjadi jalur masuk air.
Jika terdapat plafon yang menunjukkan noda setelah hujan, jangan hanya memperbaiki plafonnya. Cari terlebih dahulu sumber air dari bagian atas bangunan.
2. Bersihkan Talang Air Hujan
Daun, ranting dan kotoran dapat terkumpul pada talang sehingga menghambat aliran air.
Talang yang tersumbat dapat menyebabkan air meluap ke area yang tidak direncanakan dan dalam kondisi tertentu memicu rembesan pada dinding atau plafon.
Pemeriksaan akan semakin penting jika rumah berada di lingkungan dengan banyak pepohonan.
3. Perhatikan Kondisi Dinding Eksterior
Dinding luar menerima panas dan hujan secara langsung. Amati apakah mulai terdapat retakan, noda lembap, lumut, pengelupasan cat atau kerusakan finishing.
Jangan langsung menutup masalah dengan cat baru apabila terdapat tanda kelembapan. Sumber air atau penyebab kerusakan sebaiknya ditemukan terlebih dahulu.
4. Amati Retak pada Dinding
Retak memiliki karakter dan penyebab yang beragam. Retak halus pada lapisan finishing tidak selalu memiliki penyebab yang sama dengan retak yang terjadi pada bagian bangunan lainnya.
Jika menemukan retak baru, dokumentasikan kondisinya. Apabila retak terlihat berkembang, berulang setelah diperbaiki atau menimbulkan kekhawatiran terhadap elemen bangunan, lakukan pemeriksaan oleh pihak yang kompeten.
Untuk mengenali karakter retak dan kemungkinan penyebabnya, baca panduan dinding rumah retak: penyebab, jenis retak, dan kapan harus diperiksa.
5. Rawat Cat Interior dan Eksterior
Cat bukan hanya berfungsi sebagai elemen estetika. Pada bagian tertentu, sistem finishing juga membantu melindungi permukaan material.
Kebutuhan pengecatan ulang tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan satu interval untuk semua rumah karena dipengaruhi jenis cat, kualitas aplikasi, orientasi bangunan dan kondisi lingkungan.
Lakukan pengecatan ulang berdasarkan kondisi aktual permukaan.
6. Periksa Pintu dan Jendela
Pintu dan jendela merupakan komponen yang digunakan berulang setiap hari.
Periksa engsel, handle, kunci, rel, sealant dan kondisi kusen. Penyetelan sederhana pada tahap awal dapat mencegah kerusakan menjadi lebih besar.
Untuk jendela yang terkena hujan langsung, perhatikan pula sambungan antara kusen dengan dinding.
7. Periksa Sambungan Plumbing
Kebocoran kecil pada plumbing terkadang tidak langsung terlihat. Periksa bagian bawah wastafel, kitchen sink, area pompa, sambungan keran dan titik plumbing lain yang dapat diakses.
Tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
- tetesan air,
- permukaan kabinet yang lembap,
- bau lembap,
- noda pada dinding, atau
- penggunaan air yang berubah tanpa alasan yang jelas.
8. Rawat Tandon dan Sistem Air Bersih
Jika rumah menggunakan tandon air, lakukan pemeriksaan terhadap kondisi tangki, penutup, pelampung, sambungan pipa dan struktur penyangganya.
Pembersihan tandon dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi air yang digunakan.
Pastikan pula area tandon tetap dapat diakses untuk pemeriksaan dan pemeliharaan.
9. Periksa Saluran Pembuangan
Aliran wastafel, kitchen sink, floor drain dan perlengkapan sanitair sebaiknya tetap lancar.
Jangan menunggu saluran benar-benar tersumbat. Aliran yang mulai melambat dapat menjadi tanda awal bahwa saluran membutuhkan pemeriksaan atau pembersihan.
10. Bersihkan Floor Drain
Rambut, sabun dan kotoran dapat menumpuk pada floor drain kamar mandi.
Pembersihan rutin membantu menjaga aliran air dan mengurangi risiko penyumbatan. Pastikan komponen floor drain tetap terpasang dengan baik setelah dibersihkan.
11. Periksa Kamar Mandi
Kamar mandi merupakan area dengan tingkat kelembapan tinggi sehingga perlu mendapat perhatian khusus.
Periksa nat keramik, sealant, sambungan sanitair, keran, shower, floor drain dan area yang sering terkena air.
Jika muncul rembesan pada ruangan yang berbatasan dengan kamar mandi, lakukan pemeriksaan sebelum kerusakan menyebar.
12. Perhatikan Kondisi Listrik
Instalasi listrik harus diperlakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan.
Jika terdapat stop kontak yang terasa tidak normal, MCB sering turun, muncul bau terbakar atau gejala kelistrikan lainnya, jangan melakukan percobaan perbaikan tanpa pengetahuan yang memadai.
Gunakan tenaga yang kompeten untuk pemeriksaan instalasi listrik.
13. Rawat AC dan Peralatan Mekanikal
AC, exhaust fan, pompa air dan peralatan mekanikal lainnya memiliki kebutuhan perawatan masing-masing.
Ikuti petunjuk produsen mengenai pembersihan, servis dan penggantian komponen. Peralatan yang dirawat dengan baik biasanya dapat bekerja lebih efektif dan masalah lebih mudah diketahui sejak awal.
14. Periksa Plafon
Plafon dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi instalasi atau atap di atasnya.
Perhatikan noda, perubahan warna, bagian yang melendut atau sambungan yang mengalami perubahan.
Jika terdapat noda air, cari sumber kebocoran sebelum melakukan pengecatan ulang.
15. Bersihkan Area Drainase Rumah
Saluran drainase di halaman dan sekitar rumah perlu dijaga agar tidak tertutup sampah, tanah atau daun.
Perhatikan bagaimana air bergerak ketika hujan deras. Genangan yang terus terjadi pada lokasi tertentu dapat menjadi indikasi bahwa sistem pembuangan perlu diperiksa.
16. Periksa Carport dan Area Luar
Carport dan halaman terus menerima paparan cuaca sekaligus beban penggunaan.
Perhatikan kondisi permukaan lantai, nat, saluran air, kanopi dan elemen luar lainnya. Jika terdapat kerusakan kecil, lakukan penanganan sebelum area yang terdampak bertambah luas.
17. Rawat Elemen Kayu
Pintu, kisi-kisi, pergola atau elemen kayu membutuhkan perhatian sesuai jenis material dan finishing yang digunakan.
Amati perubahan warna, lapisan pelindung, kelembapan dan tanda serangan organisme perusak kayu.
Elemen kayu yang berada di luar bangunan umumnya membutuhkan perhatian lebih besar dibanding elemen interior.
18. Periksa Sealant pada Sambungan
Sealant sering digunakan pada sambungan kaca, kusen, sanitary fixture dan berbagai pertemuan material.
Seiring waktu, kondisi sealant dapat berubah. Periksa apakah terdapat bagian yang terlepas, retak atau tidak lagi menutup sambungan dengan baik.
19. Jaga Ventilasi Rumah
Rumah yang memiliki pertukaran udara baik lebih mudah mengendalikan kelembapan pada ruang-ruang tertentu.
Gunakan bukaan sesuai kebutuhan dan pastikan ventilasi tidak tertutup oleh furnitur atau perubahan interior.
Perencanaan ventilasi dan pencahayaan alami sebaiknya sebenarnya sudah dipertimbangkan sejak tahap desain rumah.
20. Dokumentasikan Perubahan Kondisi Bangunan
Dokumentasi tidak hanya berguna selama pembangunan. Pemilik juga dapat menyimpan foto ketika melakukan perawatan atau perbaikan tertentu.
Catatan sederhana mengenai lokasi, tanggal dan jenis pekerjaan dapat membantu ketika masalah serupa muncul di kemudian hari.
21. Jangan Menunda Masalah Kecil
Salah satu prinsip penting dalam perawatan bangunan adalah menangani penyebab masalah sedini mungkin.
Kebocoran kecil, talang tersumbat atau sealant yang rusak mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dibiarkan dapat memengaruhi material di sekitarnya.
Checklist Perawatan Rumah Berdasarkan Waktu
Pemeriksaan Rutin
- ☐ Periksa kebocoran keran dan plumbing
- ☐ Amati kondisi dinding dan plafon
- ☐ Bersihkan floor drain
- ☐ Periksa fungsi pintu dan jendela
- ☐ Perhatikan kondisi listrik yang tidak normal
Menjelang atau Saat Musim Hujan
- ☐ Bersihkan talang
- ☐ Periksa atap
- ☐ Bersihkan drainase
- ☐ Amati potensi rembesan
- ☐ Periksa aliran air di halaman dan carport
Pemeriksaan Berkala Bangunan
- ☐ Periksa cat eksterior
- ☐ Periksa sealant
- ☐ Periksa elemen kayu
- ☐ Periksa tandon dan pompa
- ☐ Servis peralatan mekanikal sesuai kebutuhan
- ☐ Dokumentasikan kerusakan atau perbaikan
Kapan Harus Memanggil Tenaga Profesional?
Perawatan sederhana dapat dilakukan pemilik, tetapi tidak semua masalah sebaiknya ditangani sendiri.
Pertimbangkan pemeriksaan profesional jika menemukan masalah kelistrikan, kebocoran yang terus berulang, retak yang berkembang, indikasi masalah struktur, kerusakan atap yang sulit diakses atau masalah lain yang membutuhkan keahlian khusus.
Keselamatan tetap menjadi prioritas, terutama untuk pekerjaan di ketinggian dan pekerjaan yang berhubungan dengan listrik.
Apakah Perawatan Termasuk Garansi Kontraktor?
Tidak selalu. Perawatan rutin oleh penghuni dan perbaikan kekurangan pekerjaan kontraktor merupakan dua hal yang perlu dibedakan.
Lingkup garansi mengikuti kesepakatan pembangunan. Karena itu, simpan dokumen kontrak dan pahami apa saja yang termasuk maupun tidak termasuk tanggung jawab kontraktor.
Baca juga panduan mengenai garansi pembangunan rumah.
FAQ Perawatan Rumah Setelah Dibangun
Apakah rumah baru tetap membutuhkan perawatan?
Ya. Rumah baru tetap memiliki berbagai komponen yang perlu diperiksa dan dirawat selama digunakan, mulai dari atap, plumbing, drainase hingga perlengkapan mekanikal.
Bagian rumah apa yang paling penting diperiksa saat musim hujan?
Atap, talang, plafon, dinding luar dan sistem drainase merupakan beberapa bagian yang penting diamati ketika intensitas hujan meningkat.
Apakah retak kecil pada rumah selalu berbahaya?
Tidak semua retak memiliki penyebab atau tingkat risiko yang sama. Perhatikan karakter dan perkembangannya. Jika retak berkembang atau kondisinya meragukan, lakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Apakah kebocoran kecil perlu segera diperbaiki?
Sebaiknya sumber kebocoran segera diketahui. Air yang terus masuk dapat memengaruhi cat, plafon, kabinet atau material lain di sekitarnya.
Apakah semua perawatan bisa dilakukan sendiri?
Tidak. Pekerjaan yang memiliki risiko keselamatan atau membutuhkan kompetensi teknis, seperti beberapa pekerjaan listrik, struktur dan pekerjaan di ketinggian, sebaiknya dilakukan oleh tenaga yang sesuai.
Kesimpulan
Perawatan rumah setelah dibangun merupakan bagian dari penggunaan bangunan dalam jangka panjang. Rumah yang terlihat baik hari ini tetap perlu diperiksa karena material, instalasi dan elemen bangunan terus menerima pengaruh penggunaan serta lingkungan.
Daripada menunggu kerusakan menjadi besar, lakukan pemeriksaan sederhana secara berkala, terutama pada atap, talang, plumbing, area basah, listrik dan drainase.
Jika Anda sedang berada pada tahap pembangunan, kualitas perawatan di kemudian hari juga dapat dipengaruhi oleh kualitas perencanaan dan pelaksanaan sejak awal. Arsitek Kontraktor Jogja menyediakan layanan Jasa Bangun Rumah mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan konstruksi.
Lihat pekerjaan kami melalui halaman Portofolio AKJ atau hubungi Arsitek Kontraktor Jogja untuk mendiskusikan rencana rumah Anda di Yogyakarta dan sekitarnya.




