Desain Masjid Darussalam ini memanfaatkan posisi lahan sudut untuk menghadirkan bangunan yang mudah dikenali dari dua arah jalan. Komposisi fasad memadukan bidang putih, cladding abu-abu gelap, roster bermotif geometris, dan elemen kayu untuk menghasilkan karakter masjid yang modern sekaligus hangat.
Menara berbentuk geometris menjadi penanda vertikal utama bangunan. Bagian atasnya dilengkapi bidang roster yang membantu membentuk identitas arsitektur tanpa ornamen berlebihan. Ornamen bulan sabit pada puncak atap memperjelas fungsi bangunan sebagai tempat ibadah.
Lantai atas menggunakan deretan kisi kayu vertikal untuk mengendalikan cahaya matahari, menjaga privasi, dan mendukung sirkulasi udara. Balkon dengan railing dekoratif bermotif islami memberikan aksen visual yang lebih detail di antara komposisi bidang fasad yang tegas.
Lantai dasar dirancang sebagai serambi terbuka dengan kolom putih dan bukaan berbingkai kayu. Halaman berlapis paving, dinding batas rendah, serta tanaman palem dalam pot membentuk area transisi yang terbuka dan mudah diakses dari lingkungan sekitar.