Rumah dua lantai menjadi salah satu pilihan ketika kebutuhan ruang cukup besar sementara luas tanah terbatas. Dengan mengembangkan bangunan secara vertikal, sebagian tanah dapat tetap digunakan untuk carport, taman, area servis, maupun ruang terbuka.
Namun, desain rumah 2 lantai bukan sekadar memindahkan sebagian kamar ke lantai atas. Pembagian zona, posisi tangga, struktur, pencahayaan, ventilasi, utilitas, hingga anggaran pembangunan perlu dipikirkan sebagai satu kesatuan.
Perencanaan yang kurang matang dapat menghasilkan rumah yang mempunyai luas cukup besar tetapi sirkulasinya tidak efisien, bagian tengah gelap, tangga tidak nyaman, atau biaya konstruksi menjadi lebih tinggi dari rencana.
Berikut beberapa hal penting yang sebaiknya diperhatikan sebelum merancang rumah dua lantai.
1. Tentukan Kebutuhan Ruang Sebelum Membagi Lantai
Langkah pertama adalah membuat daftar kebutuhan berdasarkan aktivitas keluarga.
Misalnya:
- kamar tidur utama;
- kamar tidur anak;
- kamar tamu;
- ruang keluarga;
- ruang makan;
- dapur;
- kamar mandi;
- ruang kerja;
- area servis;
- gudang;
- carport; dan
- taman.
Setelah kebutuhan diketahui, barulah ruang dibagi antara lantai satu dan lantai dua berdasarkan hubungan fungsi, privasi, serta frekuensi penggunaannya.
2. Pisahkan Zona Publik, Privat, dan Servis
Pembagian zona membantu rumah menjadi lebih terorganisasi.
Lantai dasar biasanya lebih banyak digunakan untuk aktivitas yang berhubungan dengan tamu dan kegiatan keluarga sehari-hari.
Sementara lantai atas dapat digunakan untuk fungsi yang membutuhkan privasi lebih tinggi.
Namun pembagian tersebut tidak bersifat mutlak. Kamar tidur utama, misalnya, dapat ditempatkan di lantai bawah jika penghuni membutuhkan akses yang lebih mudah tanpa menggunakan tangga.
3. Tentukan Posisi Tangga Sejak Awal
Tangga mempunyai pengaruh besar terhadap denah rumah dua lantai.
Jika posisinya kurang tepat, tangga dapat menciptakan koridor panjang atau area sisa yang sulit dimanfaatkan.
Idealnya, tangga ditempatkan pada posisi yang mudah dicapai dari area utama sekaligus mempunyai hubungan yang baik dengan sirkulasi lantai atas.
Jangan menentukan posisi tangga setelah seluruh ruang lain selesai disusun.
4. Perhatikan Kenyamanan Tangga
Tangga yang terlalu curam memang dapat menghemat tempat, tetapi dapat mengurangi kenyamanan dan keamanan.
Perencanaan tangga perlu mempertimbangkan tinggi anak tangga, lebar pijakan, lebar tangga, bordes, railing, serta ruang kepala.
Kebutuhan pengguna juga perlu diperhatikan, terutama apabila rumah dihuni anak-anak atau anggota keluarga lanjut usia.
5. Pertimbangkan Kamar Tidur di Lantai Dasar
Jika luas tanah dan denah memungkinkan, menyediakan setidaknya satu kamar tidur di lantai dasar dapat memberikan fleksibilitas jangka panjang.
Ruangan tersebut dapat digunakan sebagai kamar tamu, kamar orang tua, ruang kerja, atau kamar penghuni yang suatu saat membutuhkan akses tanpa tangga.
Dengan demikian, rumah dapat lebih mudah beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan keluarga.
6. Jangan Mengabaikan Struktur
Rumah dua lantai mempunyai kebutuhan struktur yang berbeda dengan bangunan satu lantai.
Pondasi, sloof, kolom, balok, pelat lantai, tangga, serta struktur atap perlu direncanakan berdasarkan kondisi dan sistem bangunan.
Posisi elemen struktur juga perlu dikoordinasikan dengan denah agar tidak mengganggu fungsi ruang, bukaan, maupun fasad.
Karena itu, perubahan tata ruang setelah konstruksi struktur dimulai dapat mempunyai konsekuensi yang lebih besar.
7. Koordinasikan Denah Lantai 1 dan Lantai 2
Denah lantai atas tidak sebaiknya dirancang secara terpisah dari lantai bawah.
Posisi dinding, kolom, kamar mandi, shaft, bukaan, dan tangga perlu mempunyai hubungan yang logis.
Koordinasi yang baik dapat membantu membuat sistem struktur dan utilitas menjadi lebih efisien.
Sebaliknya, susunan lantai yang terlalu berbeda dapat membutuhkan penyelesaian struktur atau instalasi yang lebih kompleks.
8. Susun Posisi Kamar Mandi Secara Efisien
Salah satu strategi yang dapat dipertimbangkan adalah mengatur kamar mandi lantai atas agar mempunyai hubungan yang efisien dengan jalur plumbing lantai bawah.
Hal ini membantu mengurangi jalur pipa yang terlalu panjang atau rumit.
Namun posisi kamar mandi tetap perlu mempertimbangkan kenyamanan, privasi, ventilasi, dan tata ruang secara keseluruhan.
9. Sediakan Shaft untuk Instalasi
Pada rumah dua lantai, jalur instalasi vertikal perlu dipikirkan sejak desain.
Shaft dapat digunakan untuk mengorganisasi jalur pipa air bersih, air kotor, vent, atau instalasi lain sesuai kebutuhan.
Selain memudahkan pelaksanaan, akses yang baik juga membantu ketika suatu saat diperlukan pemeriksaan atau perawatan.
10. Gunakan Void Secara Proporsional
Void dapat memberikan kualitas ruang yang menarik pada rumah dua lantai.
Ruang keluarga dengan plafon tinggi, misalnya, dapat mempunyai hubungan visual dengan lantai atas dan terasa lebih lega.
Void juga dapat membantu membawa cahaya ke bagian tertentu dari rumah.
Namun perlu diingat bahwa setiap meter persegi void berarti terdapat potensi luas lantai atas yang tidak digunakan sebagai ruang.
Karena itu, ukurannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan luas rumah.
11. Maksimalkan Pencahayaan Alami
Rumah dua lantai yang besar belum tentu mempunyai pencahayaan alami yang baik.
Pada bangunan yang cukup dalam, bagian tengah rumah dapat tetap gelap meskipun fasad depan menggunakan banyak kaca.
Courtyard, taman belakang, void, bukaan samping apabila tersedia, serta bukaan dari bagian atas dapat menjadi bagian dari strategi pencahayaan.
Namun setiap bukaan tetap perlu mempertimbangkan panas dan privasi.
12. Rencanakan Ventilasi Antar Lantai
Udara panas cenderung bergerak ke atas. Karena itu, hubungan antara lantai satu dan lantai dua dapat memengaruhi kondisi termal rumah.
Posisi jendela, void, tangga, serta bukaan pada lantai atas perlu dipertimbangkan agar udara mempunyai jalur untuk bergerak.
Prinsip tersebut sangat berkaitan dengan pendekatan desain rumah tropis modern.
13. Perhatikan Privasi Lantai Atas
Balkon dan jendela lantai atas sering mempunyai pandangan yang lebih luas dibandingkan lantai dasar.
Namun kondisi tersebut juga dapat menciptakan masalah privasi antara rumah dengan tetangga.
Posisi bukaan, arah pandangan, railing, kisi-kisi, secondary skin, dan vegetasi dapat digunakan untuk membantu mengontrolnya.
14. Jangan Membuat Balkon Hanya sebagai Dekorasi
Balkon sering ditambahkan karena dianggap membuat fasad rumah dua lantai terlihat lebih menarik.
Sebaiknya balkon mempunyai alasan penggunaan yang jelas.
Jika memang akan digunakan, perhatikan dimensi, akses, perlindungan terhadap hujan, drainase, waterproofing, railing, dan hubungan dengan ruang di belakangnya.
Balkon juga dapat dirancang sekaligus sebagai shading untuk lantai di bawahnya.
15. Perhatikan Arah Matahari pada Lantai Atas
Lantai atas umumnya mempunyai paparan matahari lebih terbuka dibandingkan lantai bawah.
Karena itu, bukaan dan material fasad membutuhkan perlindungan yang sesuai.
Khusus rumah dengan sisi utama menerima matahari sore, baca Rumah Menghadap Barat: 10 Cara Mengurangi Panas Matahari Sore.
16. Rencanakan Atap sebagai Bagian dari Desain
Atap bukan sekadar penutup bangunan.
Pada rumah dua lantai, atap menjadi salah satu bidang utama yang menerima panas dan hujan.
Bentuk, kemiringan, material, talang, overstek, insulasi, dan pembuangan air perlu direncanakan dengan baik.
Bentuk atap juga perlu mempunyai hubungan yang proporsional dengan komposisi fasad.
Rumah 2 Lantai Cocok untuk Lahan Sempit?
Ya, pengembangan vertikal merupakan salah satu strategi yang dapat digunakan ketika kebutuhan ruang cukup besar sementara tanah terbatas.
Dengan memindahkan sebagian ruang ke lantai atas, luas tapak bangunan dapat dikurangi.
Hal tersebut memungkinkan sebagian tanah tetap digunakan sebagai taman, carport, atau ruang terbuka.
Pelajari strategi lainnya melalui Desain Rumah di Lahan Sempit: 12 Tips Agar Tetap Nyaman dan Terasa Luas.
Rumah 1 Lantai atau 2 Lantai?
Tidak ada pilihan yang selalu lebih baik untuk semua keluarga.
Rumah satu lantai mempunyai akses antar ruang yang lebih sederhana karena tidak membutuhkan tangga.
Sementara rumah dua lantai memungkinkan kebutuhan ruang yang lebih besar ditempatkan pada tapak yang lebih kecil.
Keputusan sebaiknya mempertimbangkan ukuran tanah, kebutuhan ruang, usia penghuni, budget, dan rencana penggunaan rumah dalam jangka panjang.
Lihat pembahasan lengkap pada Rumah 1 Lantai vs 2 Lantai.
Apakah Rumah 2 Lantai Lebih Mahal?
Biaya tidak dapat dibandingkan hanya berdasarkan jumlah lantai.
Total biaya dipengaruhi luas bangunan, struktur, bentuk, material, spesifikasi finishing, kondisi tanah, dan lingkup pekerjaan.
Rumah dua lantai membutuhkan struktur lantai, tangga, dan elemen pendukung lainnya. Namun pada tanah terbatas, pengembangan vertikal dapat membantu memenuhi kebutuhan ruang tanpa membutuhkan lahan yang lebih besar.
Karena itu, perbandingan sebaiknya dibuat berdasarkan kebutuhan dan desain yang setara.
Berapa Biaya Bangun Rumah 2 Lantai?
Perhitungan awal sering menggunakan luas bangunan dikalikan kisaran biaya pembangunan per meter persegi.
Namun angka tersebut hanya cocok sebagai estimasi awal.
Setelah desain matang, perhitungan yang lebih rinci perlu mempertimbangkan volume pekerjaan dan spesifikasi melalui RAB.
Untuk gambaran perencanaan biaya di Yogyakarta, baca Biaya Bangun Rumah di Jogja per m².
Jangan Memaksakan Semua Kebutuhan ke Dalam Rumah
Rumah dua lantai memang menyediakan potensi luas yang lebih besar, tetapi bukan berarti seluruh kebutuhan harus selalu dimasukkan.
Semakin luas bangunan, semakin besar pula konsekuensi terhadap biaya konstruksi dan perawatan.
Prioritaskan ruang yang benar-benar digunakan keluarga.
Ruang yang jarang digunakan dapat dipertimbangkan untuk mempunyai fungsi ganda.
Desain Fasad Harus Mengikuti Tata Ruang
Salah satu kesalahan dalam merancang rumah adalah menentukan fasad terlebih dahulu kemudian memaksakan denah agar sesuai dengan tampilan tersebut.
Fasad sebaiknya dikembangkan bersama dengan denah.
Posisi jendela, balkon, secondary skin, kanopi, dan bidang material idealnya mempunyai hubungan dengan fungsi ruang di belakangnya.
Dengan demikian, tampilan bangunan tidak sekadar menjadi lapisan dekorasi.
Perencanaan Struktur dan RAB Sebelum Pembangunan
Setelah konsep dan tata ruang matang, desain perlu dikembangkan menjadi informasi teknis yang lebih lengkap.
Gambar kerja membantu menerjemahkan desain ke tahap konstruksi, sementara RAB membantu memetakan kebutuhan biaya berdasarkan pekerjaan dan spesifikasi.
Prosesnya dapat dipelajari pada Tahapan Desain Rumah dari Konsultasi hingga Gambar Kerja.
Perencanaan ini juga membantu mengurangi perubahan mendadak yang dapat menjadi salah satu penyebab biaya bangun rumah membengkak.
FAQ Desain Rumah 2 Lantai
Apakah rumah 2 lantai cocok untuk keluarga dengan orang tua?
Bisa, tetapi akses perlu dipertimbangkan. Salah satu strateginya adalah menyediakan kamar tidur dan kamar mandi yang dapat digunakan di lantai dasar.
Apakah rumah 2 lantai wajib menggunakan void?
Tidak. Void merupakan pilihan desain, bukan kewajiban. Penggunaannya perlu disesuaikan dengan luas, kebutuhan ruang, pencahayaan, dan konsep rumah.
Di mana posisi tangga yang bagus?
Tidak ada satu posisi yang berlaku untuk semua denah. Tangga sebaiknya mudah diakses dan mempunyai hubungan yang efisien dengan sirkulasi lantai satu maupun lantai dua.
Apakah kamar mandi lantai atas harus tepat di atas kamar mandi bawah?
Tidak harus, tetapi koordinasi posisi area basah dapat membantu membuat jalur plumbing lebih efisien. Keputusan akhirnya tetap mengikuti keseluruhan desain.
Apakah rumah dua lantai lebih panas?
Tidak otomatis. Kenyamanan dipengaruhi orientasi, atap, bukaan, shading, ventilasi, material, lingkungan sekitar, dan strategi desain lainnya.
Rencanakan Rumah Dua Lantai sebagai Satu Kesatuan
Desain rumah 2 lantai yang baik tidak hanya menghasilkan tambahan luas bangunan.
Lantai satu, lantai dua, struktur, tangga, utilitas, pencahayaan, ventilasi, fasad, dan anggaran perlu dikembangkan sebagai satu sistem yang saling berhubungan.
Semakin matang keputusan pada tahap desain, semakin jelas pula dasar yang dapat digunakan ketika proyek masuk ke tahap konstruksi.
Jika Anda sedang merencanakan rumah dua lantai di Yogyakarta, AKJ menyediakan layanan Jasa Desain Rumah untuk mengembangkan desain berdasarkan ukuran tanah, kebutuhan keluarga, karakter arsitektur, dan budget pembangunan.
Lihat contoh desain dan proyek melalui halaman Portofolio AKJ.
Apabila desain akan dilanjutkan hingga pelaksanaan, tersedia pula layanan Jasa Bangun Rumah Jogja.
Konsultasikan rencana rumah 2 lantai Anda bersama Arsitek Kontraktor Jogja.




